HUBUNGI KAMI

  • Facebook - White Circle
  • Instagram - White Circle

Jalan Camat Pondok Aren. No 49. Tangerang 15224.

Tel +62-877-7055-5084 (WhatsApp)

Tel Edwin +62-813-1450-1446

Tel Tessa +62-818-0863-0919

ferry.sanjaya@indonesiahijaugroup.com

sales@indonesiahijaugroup.com

© 2019 Bambulogy. All Rights Reserved.

Kondisi perekonomian dan gaya hidup yang terjadi saat ini pada generasi muda / melenial, dan tinggi nya harga rumah ataupun apartemen yang sudah diluar jangkauan generasi muda, memberikan peluang usaha yang sangat menarik di sektor kos kosan, baik untuk perorangan ataupun pasangan muda.

Peluang ini telah dibukti dengan 4 buah kos kosan yang sudah beroperasi dan ke semuanya dikelola oleh manajemen Bambulogy memberikan penghasilan pendapatan pasif sangat memuaskan. Tingkat hunian rata rata diatas 87.5%

2 unit dibangun diatas tanah yang dimiliki oleh Bambulogy, 1 unit dibangun diatas tanah milik orang lain dan 1 unit tanah dan bangunan dimiliki oleh orang lain

Usaha Kos Kosan

Silahkan hubungin kami untuk penjelasan lebih lanjut

Problematik Umum

Sering kali masalah klasik timbul dalam keluaraga besar kita, yaitu mengenai harta warisan. Kita atau orang tua kita yang telah bersusah payah mewariskan banyak tanah atau sebidang tanah yang besar kepada anak anaknya. Memang benar, bahwa berinvestasi dalam bentuk tanah adalah hal yang sangat tepat dan tak terbatahkan, karena Tuhan tidak membuat tanah lagi untuk kita semua.

Beberapa kasus sederhana seperti dibawah ini sering terjadi :

Kasus A
 

Orang tua yang memilik 4 orang anak, mewariskan 4 bidang tanah dengan ukuran yang relatif hampir sama, hanya saja lokasi nya berjauhan satu dengan yang lainnya. Ada yg berada dikawasan perumahan yang sangat baik, ada dikawasan perumahan yang tidak dikelola dengan baik, ada yang berada didaerah yang hari ini menjadi daerah yang tidak diminati orang. Pertanyaanya, bagaimana membagi harta warisan ini kepada anak anak? Hanya satu pilihannya, yaitu menjual dan membagi 4 hasil penjualannya. Seakan akan mudah menyelesaikannya, jika ke empat ahli waris tersebut hidup dalam kondisi ekonomi yang hampir sama.

Bagaimana jika keempat ahli waris tersebut tidak sama tingkat kesejahteraannya? Disinilah masalah akan timbul, ada yang membutuh uang dan ada yang tidak membutuhkan uang. Yang membutuhkan uang akan menginginkan tanah segera dijual dengan  secepat-cepatnya dengan harga dibawah pasaran, sementara anak yang tidak membutuh uang bersedia menjual asal dengan harga setinggi tinggi nya. Konflik antar kakak beradik tidak bisa dihindari. Niat baik dan hasil jerih payah orang tua berakhir dengan drama keluarga yang berkepanjangan dan bahkan bisa membuat hubungan kekeluargaan menjadi putus.

 

Kasus B

Seorang sahabat yang sangat beruntung, membeli sebidang tanah 2000 m2 sekitar 25 tahun yang lalu, dikawasan yang saat itu tidak pernah dibayangkan akan berkembang dan menjadi kawasan komersial yang ramai saat ini. Sahabat memiliki 3 orang anak, dan ketiga nya sudah berkeluarga. Awalnya keberadaan tanah ini adalah sebuah harta karun yang dapat memberikan kebahagian untuk seluruh keluarga. 

Berjalannya waktu, salah satu dari anaknya tiba tiba kehilangan pekerjaan, karena tempatnya bekerja pailit. Tekanan ekonomi membuat keluarga segera berembuk dan bersepakat sebidang tanah yang 2000 m2 itu segera dijual. Disinilah timbul masalah pelik, berapa harga jual yang bisa diterima oleh seluruh anak-anaknya. Misalkan harga pasaran didaerah tersebut adalah Rp. 28 juta/m2. Dengan luasan 2000 m2, maka nilai tanah mencapi Rp. 56 milyar. Siapa yang akan membeli? Harga tanah yg sudah meroket tersebut juga membuat para investor tidak tertarik untuk membeli tanah pada harga yang begitu tinggi. Penawaran yang diterima hanya mencapai Rp 15 juta/m2. Sang anak yang sedang membutuhkan ingin segera menjualnya, tetapi kedua saudaranya yang tidak membutuhkan merasa sangat dirugikan, jika harus menjual pada harga serendah itu. Konflik keluarga tidak bisa dihindari. Lagi lagi, harta warisan yang diharapkan membawa kebahagiaan, berakhir menjadi sebuah konflik keluarga yang sangat menyedihkan.

 

Solusi Bambulogy

Kedua kasus diatas bisa diatasi jika kita mempersiapkannya dengan lebih baik, yaitu dengan cara mewariskan tanah yang produktif. Artinya kita mewariskan aset yang produktif, dimana diatas sebidang tanah yang kita miliki dibagun tempat usaha Kos-kosan.

Bambulogy hadir disini memberikan jasa lengkap, dimulai dari tahap disain hingga pengoperasiannya, sehingga pemilik tanah cukup duduk manis dan setiap bulan menerima penghasilannya setelah dikurangkan Manajemen Fee sebesar 7.5% dari total pendapatan.

Studi Kasus

Sebuah pasangan keluarga yang relatif masih muda, Sang suami bekerja sebagai Corporate Lawyer dan sang istri bekerja sebagai Analis Investasi. Keduanya memiliki karir yang cemerlang ditempat kerja mereka masing masing. Pasangan ini dikaruniai 3 orang anak. Mereka sadar betul, kemungkinan dari salah satu kasus diatas bisa terjadi pada anak-anak mereka. 

Setelah berkenalan dengan Bambulogy dan mengerti betul bagaimana mereka menyiapkan hari tuanya, akhirnya mereka sepakat untuk berinvestasi dibidang kos-kosan. Bambulogy memberikan jasa yang sangat lengkap bagi pasangan muda ini, yaitu :

  • Disain Lengkap

  • Perijinan (IMB dan Ijin Usaha)

  • Pembuatan Studi Kelayakan Usaha

  • Pencarian pendanaan

  • Operasional dan Perawatan

  • Marketing

Proyek ini mendapat pendanaan dari Bank Pemerintah ternama dengan total pendanaan sebesar Rp. 3.85 milyar dengan jangka waktu 10 tahun. Yang menjadi jaminan atas pembiayaan ini adalah Tanah dan Bangunan Kos-kosan Bambulogy. Kewajiban bulanan yang harus dibayarkan kepada pihdak perbankan berada pada kisaran Rp. 50 juta setiap bulannya. Dari hasil investasi dalam bentuk kos-kosan diperoleh pendapatan bulanan sebesar Rp. 62 juta setiap bulannya. Artinya pendapatan yg diperoleh lebih besar dari kewajiban kepada perbankan dan masih memberikan manfaat sisa bagi keluarga muda ini. 20 tahun kemudian, penghasilan dari kos-kosan ini tentu akan terus meningkat sejalannya dengan kenaikan harga sewa. Diperkirakan, pada saat hari tua nanti, Pasif Income ini akan memberikan penghasilan sebesar Rp. 150 juta setiap bulannya. Mewariskan Pasif Income jauh lebih baik dari hanya sekedar mewariskan sebidang tanah yang tidak memberikan pendapatan apa pun setiap bulannya.